Your Ad Here

Minggu, 17 Oktober 2010

Contoh Makalah IAD

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kita semua tahu Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alamnya. Salah satu kekayaan tersebut, Indonesia memiliki tanah yang sangat subur karena berada di kawasan yang umurnya masih muda, sehingga di dalamnya banyak terdapat gunung-gunung berapi yang mampu mengembalikan permukaan muda kembali yang kaya akan unsur hara.

Namun seiring berjalannya waktu, kesuburan yang dimiliki oleh tanah Indonesia banyak yang digunakan sesuai aturan yang berlaku tanpa memperhatikan dampak jangka panjang yang dihasilkan dari pengolahan tanah tersebut.
Salah satu diantaranya, penyelenggaraan pembangunan di Tanah Air tidak bisa disangkal lagi telah menimbulkan berbagai dampak positif bagi masyarakat luas, seperti pembangunan industri dan pertambangan telah menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk di sekitarnya. Namun keberhasilan itu seringkali diikuti oleh dampak negatif yang merugikan masyarakat dan lingkungan.
Pembangunan kawasan industri di daerah-daerah pertanian dan sekitarnya menyebabkan berkurangnya luas areal pertanian, pencemaran tanah dan badan air yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil/produk pertanian, terganggunya kenyamanan dan kesehatan manusia atau makhluk hidup lain. Sedangkan kegiatan pertambangan menyebabkan kerusakan tanah, erosi dan sedimentasi, serta kekeringan. Kerusakan akibat kegiatan pertambangan adalah berubah atau hilangnya bentuk permukaan bumi (landscape), terutama pertambangan yang dilakukan secara terbuka (opened mining) meninggalkan lubang-lubang besar di permukaan bumi. Untuk memperoleh bijih tambang, permukaan tanah dikupas dan digali dengan menggunakan alat-alat berat. Para pengelola pertambangan meninggalkan areal bekas tambang begitu saja tanpa melakukan upaya rehabilitasi atau reklamasi.



Dampak negatif yang menimpa lahan pertanian dan lingkungannya perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena limbah industri yang mencemari lahan pertanian tersebut mengandung sejumlah unsur-unsur kimia berbahaya yang bisa mencemari badan air dan merusak tanah dan tanaman serta berakibat lebih jauh terhadap kesehatan makhluk hidup.
Berdasarkan fakta tersebut, sangat diperlukan pengkajian khusus yang membahas mengenai pencemaran tanah beserta dampaknya terhadap lingkungan di sekitarnya.
















B. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan pembuatan makalah ini antara lain, yaitu:
1. sebagai bahan kajian para mahasiswa mengenai dampak pencemaran terhadap lingkungan
2. sebagai cara untuk mencari berbagai cara untuk menanggulangi dampak pencemaran yang sedang dikaji
3. sebagai metode pengumpulan data tentang pencemaran lingkungan

4. memenuhi salah satu tugas mandiri dari matakuliah ilmu alamiah dasar


C. RUANG LINGKUP
Makalah ini membahas mengenai pencemaran tanah, mulai dari gambaran, dampak, dan cara menanggulangi pencemaran tanah tersebut.




















BAB II
METODE PENULISAN

A. OBJEK PENULISAN
Objek penulisan mencakup gambaran/ penjelasan, dampak yang ditimbulkan, dan cara penanggulangan pencemaran tanah.

B. DASAR PEMILIHAN OBJEK
Objek yang penulis pilih adalah mengenai pencemaran tanah, karena tanah merupakan salah satu komponen kehidupan yang sangat penting. Semua manusia pasti sangat tergantung akan keberadaan tanah tersebut. Namun, banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara pengolahan tanah yang tepat tanpa banyak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan.

C. METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam penulisan makalah ini, penulis secara umum mendapatkan bahan tulisan dari berbagai referensi, baik dari tinjauan kepustakaan berupa buku – buku atau dari sumber media internet yang terkait dengan pencemaran lingkungan.

D. METODE ANALISIS
Penyusunan makalah ini berdasarkan metode deskriptif analisis, yaitu dengan mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yang ada, menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lainnya, serta mencari alternatif pemecahan masalah.







BAB III
ANALISIS PERMASALAHAN
A. PEMBAHASAN
a. Gambaran dari Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
Dampak yang Ditimbulkan Akibat Pencemaran Tanah
Berbagai dampak ditimbulkan akibat pencemaran tanah, diantaranya:
1. Pada kesehatan
Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.
Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan Kematian.

2. Pada Ekosistem
Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat Kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.
Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.




Penanganan yang Harus Dilakukan
Ada beberapa langkah penangan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah. Diantaranya:
1. Remidiasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.

2. Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).












B. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
Ada beberapa cara untuk mengurangi dampak dari pencemaran tanah, diantaranya dengan remediasi dan bioremidiasi. Remediasi yaitu dengan cara membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Sedangkan Bioremediasi dengan cara proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri).
















B. SARAN
Untuk lebih memahami semua tentang pencemaran tanah, disarankan para pembaca mencari referensi lain yang berkaitan dengan materi pada makalah ini. Selain itu, diharapkan para pembaca setelah membaca makalah ini mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari – hari dalam menjaga kelestarian tanah beserta penyusun yang ada di dalamnya.

























DAFTAR PUSTAKA
Soekarto. S. T. 1985. Penelitian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bhatara Karya Aksara,.
Wikipedia. 2007. Pencemaran Tanah (On-line). http://id.wikipedia.org/wiki/pencemaran_tanah.
diakses 26 Desember 2007.

Contoh Surat Keterangan Mengajar

Berikut ini salah satu contoh surat kerangan bagi guru yang mengajar di paud. sangat sederhana, semoga bermanfaat. SURAT KETERANGAN

Yang bertandatangan di bawah ini Kepala RA Insan Madani Majalengka dengan ini menerangkan bahwa :

Nama : Hani
Tempat, Tanggal Lahir : Majalengka, 04 April 1989
Alamat : Blok
Kecamatan

Saat ini bekerja sebagai Guru Honor PAUD Taaman Ilmu Kecamatan ...... Kabupaten .......
Demikian surat ini kami buat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagai keterangan yang mana tersebut di atas.



Wassalam



Hj. KHODIJAH

Contoh Makalah tentang Syiah

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Syiah dari segi bahasa berarti pengikut, kelompok, atau golongan. Dari segi terminology berarti satu faham dalam islam yang menyakini bahwa khalifah ke-empat dari Khulafahur Rasyidin ( khalifah yang diberi petunjuk ) khalifah Ali bin Abi Thalib ra dan keturunanya adalah imam – imam atau para pimpinan agama dan umat setelah Nabi Muhamad SAW. BAB 1

Pendapat yang paling menonjol tentang munculnya sejarah Syiah adalah setelah terbunuhnya khalifah ke-tiga Ustman bin Affan ra oleh kaum pemberontak Khawarij dan golongan-golongan umat terbagi menjadi golongan Jumhur (mayoritas), Khawarij ( yang menginginkan agama ekstrim ), dan syiah Ali bin Abi Thalib ra diperkuat setelah ada pertentangan antara Ali bin Abi Thalib ra dan Muawiyah bin Abu Sufyan.
Sedangkan Khawarij adalah sebuah golongan yang terbentuk sebagai reaksi politik dari peristiwa at-tahkim ( perundingan antara pihak Ali bin Abu Tholib dan Muawiyah ). Mereka menolak tahkim karena orang-orang yang bertahkim adalah yang mencari hukum selain hukum Allah. Sedangkan salah satu fatwa kaum Khawarij adalah “laa hukma illa lillaah” (tidak ada hukum selain hukum Allah). Mereka juga adalah orang-orang yang menganggap kafir bagi mukmin yang berdosa besar dan keluar dari jamaah kaum muslimin baik dari segi akidah atau perang untuk memerangi kaum muslimin, golongan ini terbagi kedalam empat golongan:
 Al – Muhakimah, mereka memisahkan diri dari pemerintahan Ali bin Abi Thalib dan jamaah kaum muslimin ketika Ali mengangkat para sahabat sebagai pemutus suatu hukum lalu mereka mengatakan tiada hukum kecuali di tentukan oleh Allah SWT.
 Al – Hurusiah tempat, perkumpulan Khawarij di Harura, Irak ketika menentang Ali bin Abi Thalib
 Ahlun – Narahwan, golongan yang deperangi oleh Ali bin Abi Thalib
 An – Nashibab, mereka yang melakukan permusuhan dengan Ali bin Abi Thalib dan keluarganya serta menyatakan kebenciannya
Maka dari itu, dengan melihat latar belakang di atas, penyusun berkeinginan untuk menuliskan makalah ini, di samping itu juga tentunya dalam rangka memenuhi tugas kelompok mata kuliah Ilmu Kalam.

B. Rumusan Masalah
Dalam penulisan makalah ini penyusun membagi rumusan masalah ke dalam tiga pertanyaan sebagai berikut:
1) Apa yang di maksud kaum Syiah dan Khawarij ?
2) Apa latar belakang atau sejarah lahirnya Syiah dan Khawarij?
3) Apa saja yang menjadi ajaran atau theologi dari kaum Syiah dan Khawarij ?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1) Untuk menjawab pengertian Syiah dan Khawarij
2) Untuk dapat menjelaskan sejarah dan latar belakang terbentuknya kaum Syiah dan Khawarij
3) Untuk mengetahui ajaran-ajaran dari theologi Syiah dan Khawarij

D. Sistematika Penulisan
Sistematika yang dipakai dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1) BAB I PENDAHULUAN
Yaitu berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan
2) BAB II PEMBAHASAN
Yaitu berisi tentang pembahasan Syiah dan Khawarij
3) BAB III PENUTUP
Yaitu berisi tentang kesimpulan, saran, dan kritik dari penulis
BAB II
PEMBAHASAN


1. KAUM SYIAH
A. Sejarah Lahirnya Syiah
Syiah adalah golongan yang menyanjung dan memuji Sayyidina Ali secara berlebih – lebihan karena mereka beranggapan bahwa Ali yang lebih berhak menjadi khalifah pengganti Nabi Muhamad SAW berdasarkan wasiatnya, sedangakan khalifah – khalifah seperti Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khatab, dan Ustman bin Affan dianggap sebagai penggasab atau perampas khilafah.
Para penulis sejarah islam berbeda pendapat mengenai awal mula lahirnya Syiah, sebagian menganggap Syiah langsung muncul setelah wafatnya Nabi Muhamad SAW, yaitu pada saat perebutan kekuasaan antara golongan Muhajirin dan Anshor di balai pertemuan Syakiffah Bani Sa’idah, pada saat itu muncul suara dari Bani Hasyim dan sebagian kecil Muhajirin yang menuntut kekhalifahan bagi Ali bin Abi Thalib. Sebagian yang lain menganggap Syiah lahir pada masa akhir kekhalifahan Ustman bin Affan atau pada masa awal kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. Pada masa itu terjadi pemberontakan terhadap khalifah Ustman bin Affan yang berakhir dengan kematian Ustman dan ada tuntutan umat agar Ali bin Abi Thalib bersedia dibai’at sebagai khalifah.
Khalifah Ali dengan pihak pemberontak Muawiyah bin Abu Sufyan di Siffin yang lazim disebut peristiwa at – tahkim atau ar-bitrasi, akibat kegagalan itu sejumlah pasukan Ali memberontak terhadap kepemimpinannya dan keluar dari pasukan Ali, mereka ini disebut golongan Khawarij (orang – orang yang keluar ). sebagian besar orang – orang yang tetap setia kapada khalifah disebut Syi’atu Ali ( pengikut Ali )
Pendirian kalangan Syiah bahwa Ali bin Abi Thalib adalah imam atau khalifah yang seharusnya berkuasa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, telah tumbuh sejak Nabi Muhammad SAW masih hidup, dalam arti bahwa Nabi Muhammad SAW sendirilah yang menetapkannya, dengan demikian menurut Syiah inti dari ajaran Syiah itu sendiri telah ada sejak zaman Nabi Muhammad.
Sebagaimana di maklumi bahwa mulai timbulnya fitnah di kalangan umat islam, biang keladinya adalah Abdullah bin Saba, seorang yahudi yang pura – pura masuk islam. Fitnah tersebut cukup berhasil dengan terpecah belahnya persatuan umat, dan timbulah Syiah sebagai Firqoh pertama.

B. Ajaran Syiah
1) Pokok-pokok penyimpangan syiah pada periode pertama diantaranya :
a. Keyakinan bahwa imam sesudah Rasullah SAW adalah Ali bin Abi Thalib sesuai dengan sabda Nabi SAW karena itu para khalifah dituduh merampok kepemimpinan dari tangan Ali bin Abi Thalib
b. Keyakinan bahwa imam mereka maksum ( terjaga dari salah dan dosa )
c. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para imam yang telah wafat akan hidup kembali setelah hari kiamat untuk membalas dendam kepada lawan – lawannya yaitu Abu bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan lain – lain
d. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para imam mengetahui rahasia ghoib, baik yang lalu maupun yang akan datang, ini berarti sama dengan menuhankan Ali dan imam
e. Keyakinan tentang ketuhanan Ali bin Abi Thalib yang dideklarasikan oleh para pengikut Abdullah bin Saba. Yang pada akhirnya mereka dihukum bakar oleh Ali bin Abi Thalib karena keyakinan tersebut
f. Keyakinan mengutamakan Ali bin Abi Thalib atas Abu bakar dan Umar bin Khatab. Padahal Ali sendiri mengambil tindakan hukum cambuk delapan puluh kali terhadap orang yang meyakini kebohongan tersebut
g. Keyakinan mencaci maki para sahabat atau sebagian sahabat seperti Utsman bin Affan
h. Pada abad kedua Hijriah perkembangan keyakinan Syiah semakin menjadi-jadi. Sebagai aliran yang mempunyai berbagai perangkat keyakinan baku dan terus berkembang sampai berdirinya dinasti Fathimiyah di mesir dan dinasti Sofawiyyah di Iran, terakhir aliran tersebut terangakat kembali dengan revolusi Khomaeni dan dijadikan sebagai aliran resmi Negara iran sejak 1979

2) Pokok – pokok ajaran Syiah secara umum diantaranya :
a. Pada rukun iman, syiah hanya memiliki lima rukun iman tanpa menyebut keimanan kepada para malikat, rasul, qodho dan qhodar. Yaitu tauhid ( keesaan allah ), Al – Adl (keadilan allah), nubuwah (kenabian), imamah (kepemimpinan iman), ma’ad (hari kebangkitan dan pembalasan)
b. Pada rukun islam
 Syiah tidak mencantumkan syahadat dalam rukun islam, yaitu sholat, zakat, puasa, haji, wilayah ( perwakilan )
 Syiah meyakini bahwa Al Qur’an sekarang ini telah dirubah, ditambah atau dikurangi dari yang seharusnya, karena itu mereka meyakini Abu Abdillah ( imam syiah ) berkata “Al Qur’an yang dibawa oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW adalah tujuh belas ribu ayat dan di sebut mushaf Fatimah
 Syiah meyakini bahwa para sahabat sepeninggal nabi SAW mereka murtad kecuali beberapa orang saja seperti Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar al-Gifari dan Salman al-Fsarisyi
 Syiah menggunakan senjata taqiyah yaitu berbohong, dengan cara menampakan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya untuk mengelabui
 Syiah percaya akan Ar-raj’ah yaitu kembalinya ruh-ruh ke jasadnya masing-masing di dunia ini sebelum kiamat di kala imam ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak – anaknya untuk balas dendam kepada lawan – lawannya
 Syiah percaya kepada Al-Bada yakni tampak bagi Allah dalam hal keimanan Ismail ( yang telah di nobatkan keimanannya oleh ayahnya Jafar As-Sidiq tetapi kemudian meninggal di saat ayahnya masih hidup ) yang tadinya tidak tampak jadi bagi mereka Allah boleh khilaf tetapi imam mereka tetap maksum ( terjaga )
 Syiah membolehkan nikah mut’ah yaitu nikah kontrak dengan jangka waktu tertentu, padahal hal itu telah di haramkan oleh Rasullah SAW yang di riwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib sendiri

2. KAUM KHAWARIJ
A. Sejarah Lahirnya Khawarij
Ketika terjadinya peperangan Siffin antara sayidina Ali dengan Muawiyah, pihak Muawiyah hampir kalah lalu mereka mengangkat mushaf pada ujung tombak dan menyerukan penghentian peperangan dengan bertahkim. Tahkim adalah sebuah perundingan damai antara dua kekuatan besar yang memperebutkan kekhalifahan setelah Utsman bin Affan, yakni kubu Ai bin Abu Tholib dan kubu Muawiyan bin Abu Sufyan. Dari phak Ali mengutus Amru bin Ash dan dari pihak Muawiyah mengutus Abu Musa al Asy’ari. Tahkim sendiri adalah seuah politik licik yang diusulkan pihak Muawiyah, yang pada dasarnya perundingan tersebut sangat menguntungkan pihak Muawiyah
mulanya sayidina Ali tidak hendak menerima ajakan ini karena hal ini sudah diduga suatu muslihat dalam peperangan , tetapi sebagian anak buah sayidina Ali mendesak supaya menerima ajakan tersebut dan karena itulah sayidna Ali setuju saja, tetapi sebagian lagi di antara pasukan sayidina Ali ada yang tidak setuju yang akhirnya mereka memisahkan diri dan keluar dari barisan Ali. Mereka inilah yang disebt golongan Khawarij. Khawarij sendiri diambil dari kata khoroja yang artinya keluar.
Kaum ini sangat membenci sayidina Ali karena dianggapnya lemah dalam menegakan kebenaran, sebagaimana mereka membenci Muawiyah karena melawan khalifah yang syah, mereka memfatwakan bahwa “ la hukma illa lillah “ ( tak ada hukum kecuali dari Allah ). Menurut mereka Ali dan Muawiyah telah mencari hukum selain Allah dengan bertahkim. Mereka menuntut supaya sayidina Ali mengakui kesalahannya sebab menerima tahkim atau mengakui bahwa dia sudah menjadi kafir mereka mengancam kalau sayidina Ali mau bertobat maka mereka menggabungkan diri kepada sayidina Ali melawan Muawiyah, tetapi kalau tidak maka sayidina Ali dan Muawiyah akan diperangi
Setelah mereka merasa bahwa sayidina Ali tidak akan mau meninggalkan pendiriannya, maka 12.000 orang meninggalkan sayidina Ali dan pergi ke daerah yang bernama Harura. Kaum Khawarij ini bertambah maju setelah melihat kegagalan sayidina Ali dalam perundingan tahkim. Faham Khawarij dianggap benar oleh umum, saking marahnya kepada sayidina Ali, Muawiyah, Abu Musa al Asy’ari, dan Amru bin Ash maka kaum Khawarij membuat komplotan untuk membunuh keempat-empatnya, tapi yang berhasil dibunuh adalah sayidina Ali ketika dia hendak keluar masjid setelah shalat subuh pada tanggal 21 Ramadhan 40 Hijriah
Kaum Khawarij kadang – kadang menamakan golongan mereka kaum Syurah artinya kaum yang mengorbankan dirinya untuk kepentingan keridhoan Allah, hal ini di ambil mereka dari surat Al – Baqarah ayat 207. Setelah kekhalifahan sayidina Ali diserahkan kepada Muawiyah maka kaum Khawarij tidak bertambah mundur, tetapi tambah beringas dan bertambah garang melawan kekuasaan Muawiyah. Gerakan Khawarij menjadi bercabang dua yaitu bermarkas di negeri Bathaih dan Arab.

B. Ajaran Khawarij
Bibit munculnya firqoh Khawarij dan karakteritik mereka sebenarnya sudah pernah di sinyalir oleh Rasullah, di antaranya dalam hadist yang di riwayatkan imam Muslim berikut ini :
Hadist riwayat zabir bin Abdullah ia berkata “ seseorang datang kepada Rasullah di Jiranah sepulang dari perang Hunain, pada pakaian Bilal terdapat perak dan Rasullah mengambilnya untuk di berikan kepada manusia, orang yang datang itu berkata “ hai Muhamad, berlaku adilah !”, beliau bersabda “ celaka engkau, siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Engkau pasti akan rugi jika aku tidak adil”, Umar bin Khatab berkata “ biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasullah”, beliau bersabda “aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabat aku sendiri, sesungguhnya orang ini dan teman – temannya membaca Al-Qur’an, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka, mereka keluar dari agama islam secepat anak panah melesat dari busurnya ( shahih Muslim no 1761 )
Dalam perkembangan ulama ahli akidah dan tarikh telah meringkas pokok – pokok ajaran Khawarij sebagai berikut :
1) Tidak ada hukum selain yang bersumber dari al qur’an ( mereka menolak hadist ) atau yang lebih dikenal dengan laa hukm illa lillaah (tidak ada hukum selain dari Alah)
2) Menyelesaikan sengketa bukan dengan hukum Allah adalah pengingkaran. Dalam pandangan mereka, tahkim antara pikah Ali dan Muawiyah dilakukan tanpa hukum Allah
3) Ali bin Abi Thalib, Ustman bin Affan, dan para pengikut perang Jamal serta mereka yang setuju adanya perundingan antara Ali dan Muawiyyah ( tahkim ) dihukumi kafir oleh kaum Khawarij, karena telah berdosa besar dengan mencari hukum selain hukum Allah
4) Setiap umat Muhamad yang berbuat dosa besar dihukumi kafir dan kekal di dalam neraka
5) Menurut mereka, Ali, Muawiyah, Abu Musa al-Ashari, dan Amru bin Ash melakukan dosa besar, karenanya akan ditempatkan di neraka selamanya. Pendapat ini menimbulkan keraguan di kalangan umat islam, bagaimana mungkin Ali bin Abu Thalib ditempatkan di neraka padahal beliau telah banyak berjuang membela Nabi dan islam, bahkan telah dijamin masuk surga oleh hadits Nabi SAW
6) Diperbolehkan tidak mengikuti dan tidak menaati aturan – aturan seorang kepala negara ( khalifah ) yang zalim dan penghianat
7) Menolak pandangan bahwa pemimpin harus dari suku Quraisy atau dari keturunan Nabi
8) Anak – anak orang kafir yang mati sebelum baligh tetap masuk neraka karena dihukumi kafir seperti orang tuanya
9) Semua dosa adalah besar tidak ada yang namanya dosa kecil
10) Ibadah termasuk rukun iman
11) Siti Aisyah ( istri Rasullah ) terkutuk karena ikut dalam perang Jamal melawan Ali bin Abi Thalib
12) Ali bin Abi Thalib tidak syah menjadi khalifah setelah tahkim

C. Perpecahan di tubuh Khawarij
Golongan Khawarij yang mengalami kejayaan kurang lebih dua abad akhirnya runtuh, ikatan tali persatuan yang mereka bangun akhirnya pudar disebabkan perpecahan dahsyat yang menggerogoti tubuhnya
Akhirnya Khawarij tinggal sebuah nama yang terukir dalam sejarah dan tertulis dalam buku ini sesuai dengan firman Allah swt yang menyatakan bahwa kebatilan akan sirna, sehingga sirna pulalah setiap aliran yang menyalahi aturan islam.
Kaum Khawarij pecah menjadi 20 golongan diantaranya adalah :
1) Al - Azariqah Khawarij yang di komando Abu Rasyid bin al- Azraq, mereka keluar dari Bashrah bersama Naïf menuju al - Ahwaj
2) An - Najadat al - Dzirabah di komando oleh Najdah bin Amir al - Hanafi mereka keluar dari al -Yamamah bersama bala tentaranya bertujuan menemui al - Dzariqah. Najdah akhirnya terbunuh pada tahun 69 H.
3) Al - Baihasiyah di komando Abu Baihan al - Haisam bin Jabir.
4) Al - Ajaridah di komando oleh Abdul Karim bin Ajarid.
5) Al - Tsa’libah di komando oleh al - Tsa’libah.
6) Al - Ibadliyah di komando oleh Abdullah bin Ibad dari kalangan bani Murrah bin Ubaid bin Taim.
7) As - Shufriyah al - Ziyadiyah di komando oleh Ziyad bin al - Ashfar, dan lain – lain.


D. Tokoh – Tokoh Khawarij
Di antara tokoh – tokoh golongan Khawarij yang terkenal adalah :
1) Ikrimah
2) Abu Harin al - Abadi
3) Abu Sya’tsa
4) Ismail bin Sami
Ke empat tokoh ini adalah para pendahulu pentolan khawarij.
Adapun pentolan kaum khawarij kelompok mutaakhirin diantaranya adalah :
1) Al - Yaman
2) Tsa’by
3) Baihaqi
4) Abdullah bin Yazid
5) Muhamad bin Harb
6) Yahya bin Kamil
7) Ibadiliyah, dan lain – lain

Adapun para penyair kaum Khawarij yang terkenal diantaranya :
1) Imran bi Khatam
2) Hubaib bin Murrah
3) Jahm bin Shafyan
4) Abu Marwah Ghailam bin Muslim









BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Syiah adalah salah satu aliran islam yang meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib dan keturunanya adalah imam – imam atau para pemimpin agama dan umat setelah nabi Muhamad SAW wafat. Para penulis sejarah islam berbeda pendapat mengenai awal mula lahirnya Syiah, pikiran yang paling menonjol terletak pada persoalan imamah, selain persoalan imamah juga menimbulkan sekte – sekte dalam Syiah itu sendiri, ajaran yang terpenting yang berkaitan dengan khilafah adalah al – ismah, al – mahdi, al – taqiyyah, dan ar – ra’agh. Kini Syiah dengan berbagai alirannya masih tersebar cukup luas di Iran. Syiah merupakan mazhab resmi negara, di samping itu Syiah juga terdapat di Irak, Pakistan, India, dan Yaman.
Sedangkan kaum Khawarij memandang Ali telah melakukan kesalahan karena telah menerima tahkim dari manusia dan tidak mau berpegang kepada hukum Allah, dia adalah kafir keluar dari islam karena itu boleh di bunuh atau di perangi, kemudian kaum Khawarij terpecah – pecah dalam beberapa sub – sekte al ajaridah, al sufriyyah, dan al ibadiyyah

B. Saran
 Sebaiknya jangan terlalu fanatik terhadap Ali bin Abi Thalib dan tetap berpegang teguhlah kepada tali agama Allah yang kuat agar tidak terpengaruh oleh fitnah – fitnah dan ajaran – ajaran yang sesat
 Akibat terlalu fanataik terhadap sesuatu, akhirnya banyak timbul bid’ah-bid’ah dan hadi-hadis palsu yang menyesatkan umat
 Awalnya kaum Khawarij hanya mempersoalkan khalifah dan tahkim tetapi kemudian merembet kepada soal – soal i’tikad dan kepercayaan sehingga dalam dunia islam terbentuk suatu paham yang di namakan paham Khawarij, setiap umat islam mengetahui macam dan bentuk Khawarij khususnya yang bertentangan dengan paham allusunah wal jamaah dengan tujuan agar kita terhindar dari paham yang keliru dari Khawarij ini, memang golongan ini sudah hilang di bawa arus sejarah tetapi pahamnya masih berkeliaran di mana – mana sehingga kita harus waspada.

C. Kritik
1) Segi positif
 Ada juga aliran Syiah yang tidak banyak menyimpang kepada ajaran yang sesat seperti Syiah az-zaidah
 Orang – orang Khawarij mempunyai keihlasan yang sempurna terhadap akidahnya mereka suka berterus terang tanpa ragu – ragu karenany sayidina Ali melarang para sahabat – sahabatnya membunuh orang Khawarij karena di pandang sebagai orang – orang yang mencari kebenaran tetapi tidak memenuhi sasaran
 Khawarij keras sekali dalam beribadah dan teguh, benar – benar mempertahankan sifat kebenaran dan kesetiaan serta berlepas diri dari orang – orang yang berdusta dan melakukan maksiat yang nyata
 Khawarij mempunyai keberanian yang luar biasa dalam mengahadapi musuh dan berterus terang dalam mempertahankan kebenarannya
2) Segi negatif
 Syiah menganggap khalifah – khalifah seperti Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan Ustman bin Affan sebagai penggasab khalifah
 Orang – orang Syiah tidak percaya kepada ilmu dan hadist kecuali di riwayatkan oleh imam – imam golongannya
 Mudah terhasut oleh kebohongan Abdullah bin Saba yang memunculkan ajaran Syiah yang sesat
 Kaum Khawarij mengutuk dan mencaci maki bahkan kadang – kadang mengkafirkan ummul mu’minin, Siti Aisyah
 I’tikad kaum Khawarij adalah lekas – lekas menuduh kafir bagi orang – orang yang tidak suka mengikutinya
 Kaum Khawarij memfatwakan bahwa sekalian dosa adalah dosa besar, tidak ada yang benama dosa kecil
 Bagi kaum Khawarij tahkim adalah mencari hukum selain hukum Allah. Padahal dalam Al Qur’an pun kita dianjurkan untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah
 Khawarij juga berani menghukumi Ali bin Abu Tholib itu kafir setelah bertahkim. Padahal sudah jelas sekali bahwa Ali bin Abu Tholib adalah salah satu sahabat yang disabdakan oleh Rasulullah bahwa dijamin masuk surga












DAFTAR PUSTAKA

Drs, Muhammad sufyan raji Abdullah, lc, mengenal aliran – aliran islam dan ciri – ciri ajarannya,LPPI
Al – jauhani, Al – mausu’ah, Al – muyasaroh. WAMY
Sumber http;// peziarah. Wordpress.com / 2007 / 03 / s 07

























KATA PENGANTAR

Penulis menyampaikan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan Rahmat, Hidayah dan Taufik-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini.
Makalah yang berjudul ”Syiah dan Khawarij” ini penulis susun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Ilmu Kalam dengan harapan dapat menjadi sebuah kotribusi pemikiran bagi para pembaca yang ingin lebih menggali pengetahuan tentang masalah kaum Syiah dan kaum Khawarij. Namun penulis menyadari makalah ini masih kurang dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran senantiasa penulis nantikan.
Tak lupa penulis haturkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu demi lancarnya pembuatan makalah ini.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca semua, amin…


Majalengka, April 2010

Penulis,












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Penulisan 2
D. Sitematika Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN
1. KAUM SYIAH
A. Sejarah Lahirnya Syiah 3
B. Ajaran Syiah 4
2. KAUM KHAWARIJ
A. Sejarah Paham Khawarij 6
B. Ajaran Khawarij 7
C. Perpecahan di Tubuh Khawarij 9
D. Tokoh – Tokoh Khawarij 10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan 11
B. Saran 11
C. Kritik 12
DAFTAR PUSTAKA

Makalah sederhana tugas kuliah

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang masalah
Anak adalah suatua anugrah dari allah swt yang patut kita syukuri keberadaannya karena tidak sedikit orang yang ingin mempunyai seorang anak mengeluarkan uang sampai berjuta-juta, dan tidak sedikit pula keluarga yang tidak harmonis dikarenakan tidak mempunyai anak. Lantas apakah mempunyai anak itu menyenangkan?
Sering kali kita mendengar komentar seperti ini” uhh ..cape banget ngurus anak satu ini, nakal , suka jajan , suka melawan sama orang tua, suka bikin onar…”, setiap ortu yang dijumpai kebanyakan mengeluh tentang tingkah anaknya. Cuma sedikit yang bilang ” anak saya mah nurut ma orang tua klo di suruh mau, ga suka jajan, ga rewel, rajin , ga suka keluyuran .... BAB I

Ternyata perbedaannya adalah dari cara bagai mana mendidik anak di mulai dari dia bernapas, jangan dikira bayi tidak belajar ,mereka belajar dengan apa yang didengarnya, dilihat, diraba dan dirasa, justru pada usia kurang dari lima tahun daya rekam anak sangat bagus karena pada masa ini adalah masa usia emas. Dengan mendidik anak sejak usia dini akan meminimalkan permasalahan yang akan terjadi di kemudian hari. Tidak sedikit masalah yang ditimbulkan ketika orang tua lengah terhadap perkembangan anak, seperti terjadi baru-baru ini anak usia kurang dari tiga tahun sudah pandai merokok layaknya orang dewasa,anak laki-laki disodomi, mencuri, yang paling mengerikan membunuh orangtuanya sendiri “nauzubilahimindzalik” atas keprihatinan tersebut penulis ingin skali sama-sama belajar membahas permasalahan yang sedang terjadi didepan mata. Dengan belajar dari sumber permasalahan tersebut diharapkan kita lebih bijak dalam mengambil tindakan penyelesaian terhadap permasalahan dan perkembangan anak remaja saat ini.
1.2. Perumusan masalah
Setiap anak pasti mempunyai masalah yang beragam dan peranserta orang tua disini sangat penting dan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak yaitu dalambeberapa hal:
1. Membantu anak tumbuh dewasa
2. Jangan biarkan amarah itu ada
3. Remaja depresi
4. Menangani anak yang sering “jahil”
5. Pengaruh pelayanan terbaik bagi anak

1.3. Tujuan penelitian
Khususnya supaya penulis lebih memahami permasalahan dan perkembangan yang di alami anak, saat ini dengan memahami kondisi mereka kita tau apa yang harus kita upayakan untuk mereka tanpa melanggar batasan-batasan yang mereka punya.
Hanya mengharapkan, tanpa mau mendukung, atau mengusahakan dengan sungguh-sungguh adalah sesuatu yang sulit dicapai. Seperti yang terjadi pada sebagian orangtua. Mereka pada umumnya hanya mengharapkan anak mereka tumbuh dengan cerdas tanpa mau mendukung dan mengusahakan supaya anak tersebut mampu meraih harapan tersebut.hal seperti itu tentu akan sulit terealisasikan apalagi jika ditambah dengan sikap orang tua yang selalu membanding-bandingkan antara anak mereka dengan anak orang lain yang lebih baik tingkat kecerdasannya
Semoga dengan adanya karya ilmiah ini penulis berharap bisa menjadi bagian dari upaya bersama meminimalkan terjadinya salah asuh karena ketidak pahaman kita selaku orang tua atas apa yang anak alami saat ini.
Saat ini generasi muda khususnya remaja, telah digembleng berbagai disiplin ilmu. Hal itu tak lain adalah persiapan mengembangan tugas pembangungan pada masa yang akan datang, masa penyerahan tanggung jawab dari generasi tua ke generasi muda. Sudah banyak generasi muda yang menyadari peranan dan tanggung jawabnya terhadap negara di masa yang akan datang. Tetapi, dibalik semua itu ada sebagian generasi muda yang kurang menyadari tanggung jawabnya sebagai generasi penerus bangsa.
Disatu pihak remaja berusaha berlomba2 dan bersaing dalam menimba ilmu, tetapi dilain pihak remaja berusaha menghancurkan nilai2 moralnya sebagai manusia. Hal ini sangat memprihatinkan bagi kita semua. Memang tingkah laku mereka hanyalah merupakan masalah kenakalan remaja, tetapu lama-kelamaan menuju suatu tindakan kriminalitas yang sangat meresahkan.

1.3. Metode penelitian
Pada penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan beberapa metode, penelitian diantaranya, mengambil reperensi dari beberapa buku,dan media elektronik yang lebih mudah untuk mencari info mengenai penelitian yang sedang penulis susun, selain itu penulis juga melakukan wawancara dengan beberapa nara sumber yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam makalah ini. Terlepas dari benar dansalahnya penulis serahkan pada pembaca. Karena belajar bagi penulis adalah yang utama. Saran dan masukan sangat penulis hargai dan harapkan.

BAB II
KAJIAN TEORI

Anak adalah anugrah tuhan yang terindah tapi keindahan itu akan pudar jika kita tidak pandai menjaganya, begitu pula hal nya seorang anak jika kita tidak pandai mendidik mengarahkan maka anak akan menjadi bumerang buat orang tuanya. Seorang anak akan tumbuh dewasa, dalam proses ini anak membutuhkan sesosok figure teladan. Karena dasar pendidikan anak adalah dari rumah dan dengan orang terdekatnya

2.1. ANAK ADALAH TITIPAN
Jika kita dititipi sesuatu oleh teman kita, selayaknya kita menjaga dan merawatnya dengan sebaik- baiknya karena itu adalah amanah. Dan anak adalah titipan Allah yang harus kita jaga, kita didik dan kita penuhi segala kebutuhan yang di perlukan, tentu disesuaikan dengan usianya. Contoh: anak bayi kebutuhannya akan gizi yang baik, meningkat usia sekolah kober kebutuhannya perlengkapan sekolah dan bimbingan orang tua, pada usia ini kenakalan tidak jauh dari masih suka ngompol, jajan apa aja yang di lihat, beli mainan, masih suka main yang kotor-kotor. Sedang anak SD Mulai suka main dengan teman tanpa di damping orang tua, usia SMP, SMA Mulai jauh dari orang tua karena pada masa ini masa puber masa dimana peralihan dari anak-anak menginjak dewasa, dimana rasa penasaran mereka sangat tinggi, ingin mencoba segala hal, Dan orang tua di tuntut ekstra hati-hati saat anak mengalami masa tersebut. Karena kalau anak lengah dari pengawasan kita, mereka akan mencob yang namanya pil koplo, nindik wajah,bergaya ala idolanya,pergaulan bebas, sex bebas, naudzubillah. Jagalah titipan dari Allah dengan sebaik-baiknya.

2.2. SOLUSI SESUAI USIA
Adanya permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Tinggal bagaimana kita selaku orang tua bijak, bijak pula dalam menyelesaikan masalah, artinya bijak disini tidak berdampak buruk terhadap anak. Karena anak di ibaratkan sebuah besi kalau terlalu keras memukulnya maka menjadi patahlah ia.
Anak usia di bawah lima tahun saat dimana melakukan aktifitas masih perlu dibantu oleh orang lain baik itu orang tuanya saudaranya pengasuhnya. Tanpa bantuan orang terdekatnya anak usia ini tidak akan mampu melakukan sesuatu contohnya bikin susu, mo pipis, mo makan.
Usia anak SD mereka Mulai mencari jatidiri dan pengakuan tentang keberadaan diri terhadap lingkungannya, solusi yang tepat dampingi anak karena pada masa ini mereka butuh teman untuk berbagi keluh kesah dan bercerita tentang teman-temannya. Sedang usia 12 tahun ke atas mereka banyak mencoba segala hal, kenapa? Karena pada masa itu bisa disebut masa puber atau masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dan masa ini sangat rentan apabila anak tersebut salah memilih teman, salah bergaul kurang bimbingan ortu, karena kebanyakan orang tua sibuk dengan masalah mereka sendiri dan anak terabaikan, sehingga terjadi sesuatu yang tak di inginkan seperti kenakalan remaja lainnya, solusinya, sebenarnya tidak jauh dari peranserta orang tua yang sangat dibutuhkan anak adalah perhatian sehingga tidak perlu mencari perhatian di luar. dan anak merasa nyaman dengan orang tuanya. Orang tua harus bisa menjadi teman dan sahabat bagi anaknya sehingga kita tau apa saja kebutuhan anak, apa yang menjadi masalahnya. Dan akan muncul keterikatan lahir batin orang tua dengan anak.









BAB III
PEMBAHASAN

Pola asuh anak sejak usia dini sangat menentukan baik buruknya perilaku anak di kemudian hari. Untuk itu diperlukan upaya intensif dalam penanganan berbagai permasalahan anak usia dini.

3.1. Membantu Anak Tumbuh 'Dewasa'

Kenapa sih anak ini, semakin besar malah semakin suka melawan orangtua, bukannya semakin dewasa? Itulah salah satu kalimat yang sering dilontarkan orangtua kepada anak remajanya. Anak yang baru menginjak usia remaja, biasanya ingin selalu menunjukkan bahwa dirinya sudah dewasa. Ia cenderung tidak mau lagi diatur oleh orangtuanya.dan selalu igin membuat keputusan sendiri. Contohnya, ia tetap memutuskan pergi ke rumah temannya walaupun orangtua melarangnya.
Tindakan perlawanan anak seperti di atas, sebaiknya tidak langsung ditanggapi orangtua dengan sikap negatif (marah). Berikanlah pengertian dan dukungan kepada anak dengan memuji tindakannya yang memang mencerminkan kedewasaan (bertanggung jawab dan menepati janji). Misalnya untuk kasus di atas, ia melawan perkataan orangtua karena ia ingin bertanggung jawab, atau ia ingin menepati janji yang telah disepakati dengan temannya. Perilaku penyimpangan dan perlawanan anak remaja merupakan salah satu ekspresi karena ia ingin membuktikan bahwa ia telah mandiri atau dewasa
Jika orangtua tidak berusaha untuk memahami maksud dari ‘perlawanan’ anak tersebut, karena tidak terjalin komunikasi yang baik maka akan terjadi sebuah perselisihan yang mungkin berakhir dengan perasaan yang terluka satu sama lain. Keduanya saling menyalahkan menganggap tidak pengertian. Orangtua menganggap anaknya sudah tidak patuh. Begitu juga anak, boleh jadi ia mengaggap orangtuanya selalu mengatur atau ikut campur urusannya.
Untuk menjadi orang dewasa bukanlah proses yang mudah, tetapi juga bukan hal yang sangat sulit. Butuh dukungan yang harus diikuti dengan proses pembelajaran. Menurut Jacob Azerrad (2005) mengajarkan anak supaya mampu berperilaku mandiri dan dewasa adalah dengan cara mengajarkan anak bagaimana sebaiknya ia berperilaku di dunia luar. Hal tersebut adalah supaya anak mampu menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang mungkin terjadi dalam kehidupannya. Selain itu, anak juga perlu diajarkan supaya tidak mudah dipengaruhi orang lain, karena ia memiliki nilai-nilai dalam dirinya yang kuat, yang menjaga perilakunya, dan membantunya dalam membuat keputusan sendiri. Para orangtua harus mengajarkan kepada anak dan memperaktekannya dalam kehidupan sehari-hari bagaimana berperilaku dewasa, dan mandiri, tidak bergantung, peduli, dan bertanggung jawab. Dengan pembekalan tersebut, diharapkan anak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan diharapkan banyak orang.

3.2. Amarah Anak

Ketika kemarahan itu terjadi, orangtua dan remaja biasanya akan saling menyalahkan. Orangtua marah kepada remaja ketika ia melakukan atau mengatakan sesuatu yang dianggap orangtua sebagai perilaku yang tidak bertanggung jawab. Begitupun sebaliknya, remaja marah kepada orangtua saat perilaku orangtua diangggap tidak adil atau mementingkan diri sendiri.
Sebagai orangtua, kita perlu belajar untuk mampu mengendalikan amarah. Jika kita tidak dapat mengendalikan amarah, usaha orangtua dalam melakukan pendampingan terhadap anak akan menjadi rusak. Seorang remaja yang sering menerima perlakuan kasar dari orangtua (marah), akan semakin sulit untuk mengingat lagi kebaikan, cinta, kasih sayang, dan pelayanan yang diberikan orangtua kepadanya, terutama ketika ia masih kecil. Pada umumnya, tidak banyak hal yang dapat diingat anak ketika ia kecil. Sebaliknya, anak yang sudah menginjak remaja biasanya akan merekam jelas segala tindakan yang dilakukan orangtua kepadanya. Jika orangtua sering marah dan bertindak tidak baik dalam bersikap maupun berucap kata, semua tindakan tersebut akan melekat di dalam pikirannya. Hal seperti itu tidak baik untuk pertumbuhan emosionalnya.
Hindarilah terjadi pertengkaran dengan remaja. Berikan arahan dan pengertian kepadanya melalui jalinan komunikasi yang lebih baik lagi. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, akan lebih mudah untuk menjadi ‘sehati’.
Menurut Gary Chapman (2007) ada beberapa hal penting dapat orangtua lakukan supaya terrhindar dari amarah:
1. Mengakui Kebenaran
2. Mengembangkan Strategi
3. Menganalisa Amarah dan Memperhatikan Opsi-opsi
4. Ajak Anggota Keluarga dalam Percakapan
Sebagai orangtua, marilah sama-sama untuk belajar mengendalikan amarah. Keliru dalam mengendalikan amarah, akan mengakibatkan efek negative (benci, dendam, sakit hati) kepada orangtua juga anak. Amarah dapat menjadi penyebab di balik retaknya hubungan antara orangtua dan remaja.


3.3. Remaja Depresi

Karier, jabatan, pangkat merupakan sesuatu yang sering dikejar oleh banyak orang. Bukan saja merupakan dambaan kaum laki-laki sebagai seorang kepala rumah tangga, tetapi juga banyak kaum wanita (ibu) yang mendambakan untuk mencapai karir sesuai yang diharapkan.
Sebagai salah satu konsekuensi pencapaian karir tersebut, dibutuhkan waktu dan energi yang tidak sedikit. Hal demikian sering membuat kesempatan untuk 'lebih dekat' dengan anak menjadi semakin berkurang. Kurangnya komunikasi dan memberikan perhatian kepada anak membuat anak menjadi merasa sepi dan hampa. Antara orangtua dan anak tidak terjalin ikatan batin. Tidak ada waktu untuk saling berbagi perasaan.
Apabila kondisi seperti di atas dibiarkan berlarut-larut, khawatir akan terjadi sebuah penyakit yang dinakan depresi pada anak. Frederic Luskin (2004) menyatakan bahwa depresi merupakan suatu penyakit yang menyebabkan perasaah sedih, hampa, dan putus asa dalam kurun waktu yang lama sehingga mengganggu fungsi kemampuan anak-anak atau remaja.
Ada beberapa ciri yang dapat kita lihat pada anak yang mengalami depresi diantaranya adalah:
a. Acapkali sedih dan menangis
b. Keputusasaan
c. Tidak mampu menikmati aktivitas yang sebelumnya menjadi favoritnya
d. Terus menerus merasa bosan dan kurang energy
e. Kurang menghargai diri dan merasa bersalah
f. Sensitif yang berlebihan, melakukan penolakan atau merasa gagal
g. Cepat marah atau adanya rasa permusuhan
h. Sulit dalam bertaman
i. Sering absent dan sering tidak masuk sekolah
10. Sering mengeluh penyakit-penyakit fisik, seperti sakit kepala dan sakit perut
j. Kurang konsentrasi
k. Berpikir untuk melakukan bunuh diri atau perilaku yang merugikan diri sendiri
l. Alkohol dan drug
Anak yang menderita depresi sangat membutuhkan pertolongan dan dukungan yang serius, baik dari orangtua, dirinya sendiri, dan juga teman atau lingkungannya. Pada kondisi anak sedang depresi, perhatian dan keterlibatan orangtua dan orang-orang yang ada didekatnya sangatlah berarti baginya. Sangatlah penting bagi orangtua untuk segera menyadari bahayanya membiarkan anak dalam kondisi depresi. Orangtua harus mampu memberikan perhatian secara serius sebab jika tidak, risikonya akan lebih besar.
Sebelum terjadi penyesalan yang mendalam, berikanlah yang terbaik untuk buah hati kita. Mulailah memperhatikan anak-anak kita, apakah ada salah satu atau beberapa tanda di atas terjadi pada anak kita?. Jika ya, segeralah orangtua bertindak dan memperbaiki pola pengasuhan pada anak. Bukankah apa yang dikerjakan orangtua selama ini adalah untuk membuat buah hati tercinta bahagia?

3.4. Menangani Anak yang Sering 'Jahil'

Mengapa anak itu sering bersikap ‘jahil’?. Pertanyaan itu sering sekali kita dengar dari para orangtua, terutama yang anaknya menjadi korban ‘kejahilan’ teman-temannya. Menurut Frederic Luskin (2004), beberapa studi mengindikasikan bahwa pelaku kejahilan biasanya berasal dari keluarga yang selalu menggunakan kekerasan fisik dalam melakukan hukuman. Dengan dmikian, sang anak menjadi terbiasa menggunakan kekerasan fisik untuk menyelesaikan masalah.
Beberapa sikap jahil yang sering dilakukan anak ada yang bersifat langsung seperti menggoda, mengejek, mengancam, menendang, dan mencuri. Ada juga yang bersifat tidak langsung misalya menyebarkan rumor dengan sengaja sehingga menyebabkan korban diisolasi dari lingkungan sosial. Kejahilan tersebut biasanya dilakukan secara berulang-ulang untuk menciptakan hal-hal yang terus meresahkan dan mengganggu.
Sebagai upaya pencegahannya, perlu dukungan dari semua pihak, baik sekolah dan juga orangtua. Olweus (1993) mengatakan bahwa tindakan anti kejahilan merupakan sebuah tindakan yang memerlukan intervensi dari sekolah, kelas, dan individu.
Di lingkungan rumah, sebaiknya orangtua tidak membiasakan memberikan hukuman kepada anak dengan cara kekerasan, tetapi cobalah dengan memberikan pengertian atau pendekatan lain sesuai dengan usia dan kedewasaan anak. Tumbuhkanlah rasa percaya diri pada anak supaya ia merasa dirinya berharga. Sebab seperti yang diungkapkan Frederic Luskin (2004) menyatakan bahwa ada sejumlah fakta-fakta yang mendukung anggapan bahwa pelaku menjadikan orang lain sebagai korban karena merasa diri mereka buruk.

3.5 Pengaruh Pelayanan Terbaik bagi Anak

Memiliki anak berarti sudah harus siap menjadi ‘pelayan’. Orangtua akan memberikan layanan kepada anak sejak kecil hingga dewasa, atau bahkan mungkin sepanjang hidupnya. Bentuk pelayanan itu akan berubah sesuai kebutuhannya. Ketika masih bayi, orangtua melayani anak dengan cara banyak hal. Misalnya, menggantikan popok, membuatkan susu, memberikan makan, memandikan, dan banyak hal lainnya. Ketika anak menginjak usia remaja, orangtua memberikan pelayanan dengan cara membantu hal-hal yang ia belum mampu melakukannya. Misalnya, memperbaiki sepeda, mengantar anak ke toko buku, atau membantu menyelesaikan masalah-masalah pribadinya.
Tindakan melayani di atas terkadang tidak jarang membuat ibu atau ayah merasa kesal atau enggan untuk melakukannya. Apalagi ketika mereka sedang banyak urusan atau merasa sudah sangat letih dengan pekerjaan dan masalah lainnya. Perasaan seperti itu hendaknya dapat ditepis, sebab bagaimanapun segala bentuk pelayanan yang diberikan orangtua kepada anak merupakan hal yang dapat terekam kuat di pikirannya.
Pelayanan yang diberikan orangtua akan menjadi kenangan indah yang sulit untuk dilupakan oleh anak, bahkan sebaliknya. Suatu saat nanti ketika ia dewasa dan memiliki anak, ia akan dengan senang hati menceritakan kenangannya tersebut dan bahkan melakukan hal yang sama ( contoh membantu dan berempaty) terhadap buah hatinya atau bahkan kepada orang-orang yang ada di dekatnya.
Rasanya, akan sangat bahagia jika buah hati kita masih mengingat masa indah mendapat pelayanan yang tulus dari orangtuanya. Oleh karena itu, jadikanlah segala bentuk pelayanan yang orangtua berikan kepada anak tersebut sebagai bentuk kasih sayang. Hindari bentuk pelayanan tersebut dengan diikuti sebuah syarat. Tindakan tersebut akan mengurangi bentuk kasih sayang orangtua terhadap anak. Misalnya ‘Mama atau Ayah akan membantumu mengerjakan PR, asal kamu juara kelas, asal kamu mengambilkan koran setiap hari, asal kamu mau….’ dsb.
Seperti yang diungkapkan oleh Garry Chapman (2007) bahwa memberikan pelayanan yang terbaik kepada anak mempunyai pengaruh jangka panjang bagi anak. Ia akan menjadi seseorang yang bahagia dan memiliki kebiasaan baik dalam menjalani hidupnya. Selain itu, kebaikannya tersebut suatu saat nanti akan dapat dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekelilingnya


BAB IV
PENUTUP

4.1. KESIMPULAN
Berdasarkan pemaparan yang telah dibahas di atas dapat disimpulkan bahwa:
a. Peranan orang tua sangat penting sekali bagi pendidikan dasar anak
b. Pola asuh mempengaruhi tumbuh kembang anak
c. Pentingnya menjalin kedekatan dengan anak
d. Beberapa prilaku orang tua yang harus dihindarkan terhadap anak yaitu: pemberian predikat buruk. Bertengkar, tidak disiplin, bersikap mengancam dan masabodoh, memukul, membanding-bandingkan dengan orang lain atau saudaranya, merendahkan anak, mengekang anak.

4.2. SARAN
Berdasarkan kesimpulan dari keseluruhan karya tulis ini. Penulis ingin memberikan beberapa saran yaitu:
a. Orang tua harus menjadi orang pertama yang mengetahui permasalahan anak dan mampu mencari solusi yang baik untuk anak
b. Kesadaran orangtua untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang anak
c. Orang tua harus lebih memperhatikan dengan siapa dia bergaul, kegiatan apa saja yang dilakukan, jam berapa dia keluar rumah dan pulang.
d. Orang tua juga harus memberikan dasar keimanan pada anak, diharapkan dengan dasar agama yang baik anak terhindar dari pengaruh buruk teman-temannya dan lingkungan saat ini yang sangat rawan dan rentan pergaulan bebas.
e. Lakukan dari sekarang, agar tidak menyesal dikemudian hari.











DAFTAR PUSTAKA

www.PerkembanganAnak.com

Contoh kata pengantar makalah

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi kemudahan kepada penulis untuk menyelesaikan karya ilmiah ini.Shalawat dan salam semoga senantiyasa tercurah Atas Nabi Muhammad SAW.

Karya tulis ilmiyah ini disusun sebagai sarana memperluas pengetahuantentang perkembangan dan permasalahan remaja. Penulis mengucapkan terimakasih kepada Dosen pembimbing mata kuliah bahasaIndonesia yang telah membantu penyusunan karya ilmiah ini,. Serta pihak-pihak yang telah membantu penyusunan karya ilmiah ini.
Semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi orang tua dan menjadi bekal ilmu untuk mendidik anak yang baik dan berguna.
Dan semoga karya ilmiah ini menjadi bagian amal soleh bagi kita semua. Amin.




Majalengka, juni 2010


Penyusun

Oke Time

Archives